MENTALITAS JUARA

ni aq ambil dikompas edisi
Selasa, 22 Juli 2008 | 20:45 WIB
Ternyata stoner emang cengeng…ga sportif banget, gw malah kehilangan respek ma stoner, ternyata mentalnya masih g pantes jadi juara dunia, masih bagus nicky hayden, doni tata sekalipun…
sory buat penggemar stoner, but its really bad comment…pembalap dalam sebuah kompetisi harus siap menang siap kalah, coba kalo dia lawan macam Kevin Scwantz, Alex Criville, Max Doohan, Max Biaggi, Sete Giberneu, pasti stoner tambah nangis…

ROMA, SELASA - Juara dunia tujuh kali, Valentino Rossi membalas komentar buruk juara dunia asal Australia, Casey Stoner tentang caranya memenangi GP AS di Laguna Seca, Minggu (20/7).

Rossi memenangi GP AS dengan  mengungguli  Stoner mlalui atraksi yang dramatis. Rossi mengambil alih posisi pimpinan dari Stoner di lap keempat dengan menyalip Stoner. Kedua pembalap ini terus berkejaran hingga lap ke 23, saat Stoner tergelincir ke luar lintasan dan terjatuh.

Stoner kehilangan waktu 14 detik, sebelum meneruskan lomba dan finis di urutan dua. Usai lomba, Stoner mengecam taktik yang digunakan Rossi sebagai taktik yang kotor.

Dalam wawancara dengan Corriere dello Sport, Rossi menampik tuduhan Stoner. “Di podium, ia mengaku kehilangan respek terhadap saya.  Ia mengaku tidak pernah menghadapi lomba seperti itu selama bertahun-tahun,” kata Rossi.

“Jika ia berlomba selama bertahun-tahun, saya sudah berlomba seumur hidup. Ia tidak tahu dengan siapa ia pernah berlomba, sementara saya ingat semua lomba saya dan semua  pesaing saya berlomba dengan cara seperti itu,” lanjut pembalap Fiat Yamaha tersebut.

Hasil di sirkuit Laguna Seca ini mengantar Rossi di puncak klasemen dengan keunggulan 25 poin di atas Stoner. Dengan absennya Dani Pedrosa di GP AS karena cedera, praktis persaingan untuk peringkat juara tinggal berlangsung antara Rossi dan Stoner dengan sisa tujuh perlombaan dan kemungkinan perolehan 175 poin.

Corriere dello Sport menyamakan  persaingan Rossi-Stoner dengan persaingan klasik antara Rossi dan Max Biaggi pada musim 2001-2002 dan Rossi-Sete Gibernau pada 2003-04. (Cay)

July 24, 2008 at 1:31 am Leave a comment

The Mind Soccer Game

Preview Mind Soccer yang uda gw janjiin kapan hari…

click picture to enlarge :D…enjoy

July 11, 2008 at 4:10 am Leave a comment

Intel: Bersiaplah untuk CPU Ribuan Core

Intel mengingatkan para pengembang perangkat lunak untuk mengantisipasi tidak hanya puluhan, melainkan ribuan core dalam sebuah prosesor. Intel saat ini menawarkan prosesor quad-core dan diperkirakan untuk memperkenalkan sebuah prosesor Nehalem di akhir tahun ini yang menggunakan delapan core.

Intel memang sudah sejak lama mendorong adopsi pemrograman multi-core, dua tahun yang lalu, mereka menyatakan target mengeluarkan prosesor 32 core di tahun 2010, belum lama ini Jerry Bautista, co-presiden program “Tera-scale Computing Research” Intel mengatakan “semakin banyak core yang dapat kita muat ke dalam satu CPU, semakin baik.”

Di hari Senin, Anwar Ghuloum, insinyur utama di laboratorium Microprocessor Technology Intel mengatakan “saran yang akan saya tawarkan adalah… para pengembang harus mulai berpikir tentang puluhan, ratusan dan ribuan core saat ini juga. Terkadang, para pengembang berusaha untuk bekerja seminimal mungkin hanya untuk memaksimalkan kinerja dual dan quad core.”

Sekarang ini, Intel semakin sering mendiskusikan tentang “cara meningkatkan skalabilitas kinerja agar dapat dipakai di core berjumlah besar… desain untuk lusinan, ratusan dan bahkan ribuan core sudah merupakan topik diskusi yang sudah tidak asing lagi,” tutur Ghuloum di blog-nya. (via Cnet)

SOurce : udaramaya.com

July 4, 2008 at 7:50 am Leave a comment

ISRA` MI`RAJ, EINSTEIN DAN KEBENARAN FIRMAN ILAHI

ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (: dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia diimani.

Namun, Isra` Mi`raj bukanlah peristiwa metafisika. Ia adalah peristiwa fisika (: nyata; badaniah) yang dialami dan dijalani Nabi Muhammad saw dengan segenap kesadaran inderawinya, sebagaimana diterangkan dalam Alqur`an surat Al-isra` ayat 1 dan Annajm ayat 13.

Maka, sebagai peristiwa fisika, Isra` Mi`raj adalah sesuatu yang istimewa. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran yang luarbiasa. Keistimewaan ataupun keluarbiasaan tersebut, tidak lain karena pemberontakannya pada tradisi. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran inkonvensional.

Maka, wajar kiranya, jika banyak orang pun mempertanyakan (meragukan?) ke-shahih-an Isra` Mi`raj tersebut. Menganggap Isra` Mi`raj sebagai sesuatu yang mengada-ada dan dongeng Nabi belaka.

Toh, Isra` Mi`raj bukanlah cerita rekaan ataupun dongeng Nabi. Isra` Mi`raj adalah sebuah firman Ilahi dan, firman Ilahi tetaplah sebuah kebenaran. Kebenaran hakiki dan mutlak yang tidak dapat diganggu-gugat. Meski ia berseberangan dengan tradisi ilmu pengetahuan. Meski ia bertentangan dengan akal nalar manusia.

Albert Einstein

Maka, bukan suatu kebetulan kiranya, jika kemudian Allah ciptakan seorang manusia bernama Albert Einstein, ilmuwan berbangsa Yahudi (bangsa yang sejak awal `menentang` Islam), yang kelak dengan teorinya, kebenaran Isra` Mi`raj menjadi nyata adanya.

Lahir di Jerman tanggal 14 Maret 1879 dan meninggal di Amerika Serikat tanggal 16 April 1955. Sebagai ilmuwan, Einstein telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya untuk menerobos dan membabat kelebatan dan kepekatan hutan ilmu pengetahuan. Dengan dedikasi dan vitalitasnya yang tinggi, iapun dapat membukakan jalan pencerahan bagi banyak orang. Ia telah menyumbangkan pikiran-pikirannya yang begitu berharga. Menyumbangkan teori-teorinya yang dapat memecahkan banyak teka-teki dan persoalan yang selama ini menyelimuti kehidupan.

Teori Relativitas

Satu dari sekian teorinya, adalah tentang relativitas. Sebuah teori yang mengupas hakikat alam semesta sebagai suatu susunan terpadu di mana segala yang ada di dalamnya, dengan kemajemukan dan keberagamannya, tunduk pada satu hukum universal, dengan kecepatan cahaya sebagai konstanta bandingnya. Sebuah teori yang, kelak melahirkan pula teori (ide) tentang bom atom yang begitu mengerikan itu.

Dalam teorinya itu, Einstein menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang mutlak dalam kehidupan ini. Segala sesuatu relatif dalam gerak dan kedudukannya. Sebuah bola yang bulat, suatu saat akan dapat berubah pipih. Begitu pun penggaris yang panjang, pada saat yang berbeda dapat mengerut, pendek. Sebuah benda yang berbobot ringan di satu saat, dapat menjadi berat atau tidak berbobot sama sekali di saat-saat lainnya. Jarum jam yang bergerak cepat mengukur waktu, ada kalanya menjadi lambat bahkan pada satu titik masa, berhenti sama sekali. Juga jantung yang berdenyut menandai usia, dapat mengalami kelambatan hingga usia pun berjalan lebih lambat dari yang semestinya.

Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan:

t’

=

waktu benda yang bergerak

t

=

waktu benda yang diam

v

=

kecepatan benda

c

=

kecepatan cahaya

Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya.

Pada awalnya, teori Relativitas itu pun mendapat banyak tentangan. Seperti halnya Nabi saat memberitakan Isra` Mi`raj, Einstein saat mengumumkan teori tersebut, banyak dicemooh bahkan dianggap tidak waras karena, sebagaimana juga Isra` Mi`raj, teorinya itu pun telah menentang tradisi yang selama ini dianut dan dielu-elukan. Relativitas telah menolak kemutlakan ukuran bahwa semua benda selalu dalam keadaan tetap, tidak pernah berubah. Sebuah bola akan tetap bulat, sebuah penggaris akan tetap panjang, usia akan tetap berlari menua, bagaimanapun kondisinya.

Namun ketika laboratorium kemudian dapat menemukan gejala yang sama sebagaimana terurai dalam Relativitas, segera teori itu pun memperoleh kedudukannya yang semestinya sebagai sebuah kebenaran.

Studi tentang sinar kosmis, merupakan satu pembuktian.

Didapati bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron. Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66 mikro-detik.

Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu?

Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.

Kebenaran Isra` Mi`raj

Demikianlah Relativitas telah dapat membuktikan kebenarannya. Menyingkap kebenaran-kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik keruwetan dan arogansi ilmu pengetahuan. Termasuk, kebenaran Isra` Mi`raj.

Sebagaimana diterangkan di depan, ketika sebuah benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, seperti halnya partikel Muon, benda itu akan mengalami efek perlambatan waktu. Seseorang yang meluncur ke angkasa dengan pesawat yang berkecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka ia akan mengalami pertambahan usia yang lebih lambat dari yang semestinya di bumi. Ketika kembali ke bumi ia akan mendapati bumi telah begitu tuanya sedang dirinya hanya bertambah beberapa waktu saja. Ia telah terlempar ke masa depan. Namun jika kecepatannya ditambahkan hingga melampaui batas kecepatan cahaya, yang akan dialaminya bukanlah perlambatan waktu, namun sebaliknya. Ketika kembali ke bumi, bukan masa depan yang didapatinya. Namun, ia kembali ke masa lalu. Ia telah menjadi penziarah masa lalu.

Dan, inilah yang telah direfleksikan buraq, hewan sejenis kuda bersayap sebagai kendaraan Nabi saat melakukan perjalanan Isra`. Ketika memulai perjalanan yaitu dari Masjid Alharam (Mekkah), dengan daya kecepatan buraq (v>c), Nabi tidaklah mengarah ke masa depan. Namun kembali ke masa lalu. Dan, melewati masa lalu itulah Nabi memberangkatkan perjalanannya. Hingga, seiring guliran-guliran waktu perjalanan itu, perjalannpun melaju ke titik waktu saat mana beliau baru memulai. Hingga, kesan yang ada pun seolah-olah Nabi melakukan perjalanan Isra` Mi`raj hanyalah sesaat. Padahal, hakikatnya, beliau pun menjalani Isra` Mi`raj, berdasarkan `perhitungan` waktu pribadinya, lazimnya perjalanan-perjalanan sejenis lainnya dengan menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari atau bahkan lebih.

Demikianlah, Allah memang senantiasa memfirmankan kebenaran. Dan, firman-firman Allah memang senantiasa benar adanya. Meski terkadang akal & logika kita sangat sulit untuk menjangkaunya.

Shadaqallahul-adzim.

Kepustakaan:

  • Addardir, Ahmad. Qishatul Mi`raj lil `Alamah Najmuddin Alghaythy. Usaha Keluarga. Semarang.
  • Alkhaibawi, Usman dan Abdullah Shonhadji (Penj.). Durratun Nashihin: Mutiara Mubaligh, Jilid 2. Almunawar. Semarang.
  • Almuhally, Jalaluddin Muhammad bin Ahmad dan Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakar Assuyuthy. Tafsirulqur`nilkarim. Toha Putra. Semarang.
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_relativitas
  • http://www.qurancomplex.org
  • Mekantronika, Edisi Maret 1979.
  • Mahmud, Musthafa, Dr. 1981. Einstein dan Teori Relativitas, Cetakan kedua. Al-Hidayah. Jakarta.
  • Van Klimken, Gerry. 1989. Pengantar Fisika Modern. Satya Wacana. Semarang.
  • Hidayah, Edisi 25, Jumadil Ula 1424 H/Agustus 2003.
source : http://usmandidikhamdani.blogspot.com/2007/05/isra-miraj-einstein-dan-kebenaran.html

July 4, 2008 at 7:44 am 2 comments

Mind Soccer masuk 30 besar BIA 2008

Yaah alhamdulillah…lumayan concept design gw ma Iwan bisa masuk di Djarum Black Innovation Awards 2008, judul yang di usung lumayan catchy “MIND SOCCER” when brain need more than feet…gabungan antara sepakbola dan permainan catur…awalnya ide muncul waktu iseng diwaktu luang saat jam pelajaran kosong waktu dibangku SMA, ma Iwan temen gw, kegilaan dan kecintaan terhadap sepakbola tertuang pada sekotak papan catur yang memang cuman itu doang hiburan dikelas diwaktu senggang…besok bakal gw posting previewnya …

July 2, 2008 at 9:31 am Leave a comment

Sejarah Singkat Bill Gates..

Setelah lebih dari tiga dekade lamanya membangun Microsoft menjadi perusahaan terbesar di dunia komputer, Bill Gates meninggalkan Microsoft di masa kritis di mana Apple, aplikasi open source dan cloud computing mengancam dominasi Microsoft. Untuk menghargai dedikasi dan kontribusinya terhadap dunia komputer, mari kita lihat sejarah singkat dari karir Microsoft.

Bill Gates, pendiri dan pemimpin Microsoft Corp., pada sebuah foto di tahun 1984 (Associated Press / January 1, 1984)

1

Bill Gates, penemu dan CEO dari Microsoft Corp., pada sebuah file foto tahun 1990 (ROBERT SORTO, Associated Press / June 15, 2006)

2

Foto pada tanggal 22 May 1990, Bill Gates memperkenalkan software Windows di New York (Marty lederhandler, Associated Press / May 29, 2008)

3

Foto pada tanggal 3 Maret 1998, Bill Gates bersaksi di Capitol Hill, dimana ia ditanya apakah perusahaannya membatasi bisnis Internet dari promosi produk rivalnya Netscape Communications Corp. (JOE MARQUETTE, Associated Press / March 3, 1998)

4

Bill Gates, memegang Tablet PC pada peluncuran produk di New York (SUZANNE PLUNKETT, Associated Press / November 7, 2002)

5

Foto dari majalah TIME menampilkan Bill Gates (kiri), roker U2 Bono, dan Melinda Gates, sebagai penghargaan atas usaha mereka terhadap kemanusiaan. (GREGORY HEISLER, Associated Press / December 17, 2005)

6

6 Mei 2007,investor terbesar di dunia Warren Buffett (kiri), dan Bill Gates bermain tenis meja pada rapat tahunan Berkshire Hathaway di Omaha (Nati Harnik, Associated Press / May 6, 2007)

7

Bill Gates menjawab pertanyaan pada sebuah konferensi pers di Tokyo pada tanggal 7 Mei 2008. Gates hadir disini untuk memperkuat hubungan bisnis antara Microsoft dan konsumen Jepang. (TOSHIFUMI KITAMURA, AFP/Getty Images / May 7, 2008)

8

Bill Gates membawakan pidato pada ceramah kepresidenan di Jakarta, Indonesia, Jumat 9 Mei 2008. Gates mengunjungi Indonesia selama tiga hari, mengajak para pebisnis dan pemimpin politik, didampingi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Achmad Ibrahim, Associated Press / May 9, 2008)

9

source : udaramaya.com

June 30, 2008 at 5:42 am Leave a comment

Tanadi’s Santoso Idea…

CREATING MORE HAPPINESS – SEMINAR ON THE AIR
The book THE HOW OF HAPPINESS is one of the key sources of  the seminar on the air 4 Mar 2007, 19.15 – 21.00, Pas Fm. This is the excerpt of the book, which will be useful as a reminder of the materials. Enjoy, and Have Funs…. May Happiness Be With You Always.

learn about marketing strategy…coba de buka http://www.tanadisantoso.com

Starting Sam-Design (PT. Kompakindo Media Dewata, 1996), a web-design, grahic and multimedia company that received Enterprise-50 Award (for the year 2000, 2001, and 2002) by Accenture as one of the 50 best successful small companies in Indonesia.

June 30, 2008 at 5:38 am Leave a comment

Older Posts


Categories

  • Blogroll

  • Feeds


    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.